Showing posts with label berita singaraja. Show all posts
Showing posts with label berita singaraja. Show all posts

Pulau Bali Terancam Tenggelam Tahun 2050

    Naiknya permukaan laut dan dibarengi penurunan tanah ternyata tak hanya mengancam Ibu Kota Jakarta saja, namun juga pulau Bali. Bahkan jika terus terjadi, beberapa di pulau Dewata ini diramalkan akan tenggelam tahun 2050 nanti.


    Pualu yang dimaksud adalah Pulau Nusa Penida, Klungkung. Keberadaan pulau ini diberi pengetahuan khusus dalam konferensi perubahan iklim atau United Nation Climate Change Conference (UNFCCC) yang digelar tahun 2007 lalu di Bali.


    Menurut Dewa Punia Asam Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali, Pulau Nusa Penida kondisinya memang rentan terkena dampak perubahan iklim di Bali,
    “Rekomendasi UNFCCC 2007 lalu pulau itu dijadikan pilot project. Bantuan banyak yang digelontor di sana,” katanya, Senin (09/04) ini.

    Hal yang lebih mengerikan lagi disampaikan oleh I Made Suarnatha, Direktur Yayasan Wisnu. Dia mengatakan bahwa tak hanya pulau Nusa Penida saja yang terancam, namun pulau Bali secara keseluruhan.
    “Tahun 2050 diprediksi air laut permukaan naik 4 meter, jadi tak hanya Nusa Penida, Sanur, Denpasar dan Bali secara keseluruhan juga terancam tenggelam,” katanya di tempat yang berbeda.

    Dia mengatakan bahwa berdasarkan rekomendasi pertemuan perubahan iklim tersebut, Pemerintah Bali memiliki komitmen untuk mempublikasikan hasil tindaklanjut terkait gelontoran proyek percontohan di Nusa Penida. Hanya saja, I Made Suarnatha tak mengetahui persis program yang dilakukan Pemerintah Bali. “Tidak ada laporan yang diumumkan kepada publik. Sehingga kita tidak tahu apa yang sudah dilakukan, bagaimana progresnya dan bagaimana mitigasi potensi perubahan iklim di Nusa Penida,” katanya.
    Sementara, masyarakat Bali pun tak tinggal diam. Ada kampanye Nyepi internasional (world silent day) yang gencar dilakukan aktivis lingkungan hidup sejak beberapa tahun belakangan. Selain itu, adopsi kearifan lokal untuk diakui secara internasional itu terus menerus disuarakan dengan cara menggalang tanda tangan sesuai persyaratan PBB. “Dari hasil pertemuan itu juga ada Bali Map, yang merupakan peta internasional dari Bali untuk memerangi perubahan iklim,” paparnya.

    “Karena Bali sudah melakukan sesuatu, maka pemerintah dan negara-negara besar tak boleh berpangku tangan. Sederhananya, jika Anda cinta Bali, maka lakukan sesuatu,” desaknya.

    Untuk mengetahui lebih detil tentang ancaman tersebut, ia meminta kepada pemerintah untuk konsisten memperjuangkan world silent day agar diadopsi menjadi kebijakan nasional dan internasional. Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut dengan cara memberikan laporan resmi terkait tindakan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan. “Itu saja dulu yang mesti dilakukan. Kalau berhasil, meski hanya menambah waktu saja, tetapi kita telah berbuat banyak dan sangat berarti untuk Bali, Indonesia dan dunia internasional,” tegasnya.

    “Kita tunggu komitmen pemerintah dan dunia internasional untuk memerangi karbondioksida penyebab perubahan iklim,” sambungnya.

    Selain Nusa Penida, sejumlah pulau lain di Indonesia juga terancam tinggal nama. Di antaranya Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Pulau Solor di NTT, Pulau Wetar, Obi, dan Kai di Maluku serta Pulau Gag di Papua.

    sumber :  http://inpogue.com/pulau-dewata-terancam-tenggelam-tahun-2050Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Penyebab Wabah Ulat Bulu di Indonesia

    Penyebab Wabah Ulat Bulu - Perubahan iklim terutama temperatur lingkungan ikut mempengaruhi populasi ulat bulu, karena temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat itu, kata pakar hama dan penyakit tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suputa. "Meningkatnya populasi ulat bulu juga disebabkan semakin berkurangnya musuh alami, seperti burung, parasitoid, dan predator lain," katanya dalam diskusi Fenomena Wabah Hama Ulat Bulu di Jawa Timur, di Yogyakarta, Kamis.

    http://nandi011.files.wordpress.com/2011/04/wabah-ulat-bulu-di-probolinggo.jpg?w=320&h=190

    Menurut dia, akibat tingginya populasi, serangan ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Ulat bulu tidak hanya menyerang daun mangga di Kecamatan Bantaran, Leces, Sumberasih, dan Tegalsiwalan, tetapi juga memasuki rumah penduduk. "Daun mangga varietas Manalagi di daerah itu habis dimakan ulat bulu. Pohon mangga tinggal ranting dan batangnya," katanya.



    Ia mengatakan, ulat bulu tersebut lebih memilih menyerang daun mangga Manalagi dibanding varietas pohon mangga lain. Pemilihan inang itu dilakukan ulat bulu dewasa saat meletakkan telur. "Ulat bulu bukan termasuk kupu-kupu, tetapi sebangsa ngengat. Diduga ngengat ulat bulu itu yang meletakkan telur pada celah kulit pohon mangga atau di bawah daun," katanya.

    Menurut dia, serangan ulat bulu tersebut bukan fenomena baru, karena sebelumnya pernah terjadi serangan serupa. Bahkan, pernah terjadi tanaman lombok se-Jawa yang layu menguning akibat serangan hama tanaman. "Terdapat dua spesies ulat bulu yang menyerang daun mangga di Probolinggo, yakni arctornis sp dan Lymantria atemeles Collenette. Ulat bulu itu bersifat nokturnal, yakni ulat yang aktif pada malam," katanya.

    Ia mengatakan tidak mengherankan jika pada malam sering terdengar seperti suara hujan, padahal saat itu sesungguhnya ulat bulu sedang memakan daun-daun mangga. "Jika serangan ulat ini dibiarkan, maka akan banyak pihak mengalami kerugian. Selain ketakutan juga kerugian secara ekonomi," katanya.

    Oleh karena itu, pengendalian terhadap populasi ulat menjadi langkah yang harus segera dilakukan. Terlebih kemampuan produksi telur ulat betina mencapai 70-300 butir per ulat. "Pengendalian hama terpadu dengan pendayagunaan musuh alami, burung, parasitoid, perangkap lampu UV, dan penggunaan perangkap feromon seks perlu dilakukan," katanya.

    http://www.asaforest.com/index.php/publikasi/kumpulan-berita/129.html
    Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Ulat Bulu Serang Lovina , Bali

    Kawasan Wisata Lovina Diserang Ulat Bulu
    Lovina, Kawasan sekitar Wisata Pantai Lovina, tepatnya di Dusun Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, kini giliran diserang ribuan ulat bulu yang membuat ngeri warga setempat. Di kawasan ini ulat bulu bergumpal dalam satu tempat di sebuah pohon setinggi orang dewasa, sehingga membuat resah warga di sekitarnya.

    Awalnya, ulat bulu yang mirip dengan di Desa Bondalem itu ditemukan dalam jumlah kecil. Namun berselang dua hari, Jumat (15/4) ulat-ulat itu berkembang menjadi ribuan, bahkan selain di pangkal pohon sandat, ulat bulu itu juga bergerombol pada dahan-dahan menyerupai sarang lebah.

    “Awalnya saya melihat ulat bulu tapi tidak benyak di setiap pohon, namun saat itu kami tidak merespon. Setelah dua hari kami menemukan ulat bulu ribuan di bawan pohon bunga sandat dan sangat-sangat mengerikan, malahan ulat-ulat itu bergerombol memenuhi pangkal batang pohon dan beberapa juga ada di bagian paling atas membuat tempat secara bergerombol,” ungkap Putu Sanjaya, warga Desa Kaliasem.

    Mengatasi menyebarnya ulat bulu di Kawasan Wisata Lovina, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Penganggu Tanaman (POPT) melakukan antisipasi dini dengan membakar lokasi perkembangan ulat bulu itu sekaligus melakukan pengasapan.

    ”Ini sebagai langkah antisipasi saja sehingga tidak berkembang dilakukan dengan membakar dan pengasapan agar ulat-ulat mati tidak berkembang,“ ujar Nyoman Bagiada petugas POPT Kecamatan Banjar.

    Petugas POPT Bagiada juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitarnya sehingga hama ulat bulu tidak dapat berkembang biak dengan cepat, termasuk upaya penyemprotan secara rutin maupun pola penakikan atau penyuntikan pada batang pohon.

    Pembasmian ribuan ulat bulu dengan membakar dan pengasapan yang dilakukan bersama warga mampu menghilangkan ulat bulu tersebut. Namun langkah tersebut masih belum efektif lantaran gerombolan ulat bulu yang berada di atas pohon belum terjangkau.

    Kondisi ini tetap meresahkan masyarakat, terlebih lagi lokasi keberadaan ulat bulu itu tidak jauh dari pusat kawasan wisata Lovina. (pnd)

    sumber : beritabali.comSource URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Setengah dari PSK Di Buleleng Terjangkit HIV/AIDS



    Seririt, HIV/AIDS di Buleleng nampaknya menjadi ancaman serius bagi semua elemen masyarakat, bahkan berdasarkan data Orang Dengan HIV Aids (ODHA) percepatan laju perkembangan virus HIV/AIDS yang terjadi di Buleleng, 98 persen akibat hubungan dengan Pekerja Seks Komersil (PSK).

    Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Buleleng, di Bali terdapat sebanyak 35.000 PSK dan 80 persen terjangkit virus HIV/AIDS, parahnya lagi para PSK tersebut masih tetap bekerja, sementara di Kabupaten Buleleng tercatat 1.000 PSK dan 20% positif terjangkit virus HIV/AIDS.

    “Dua tahun terakhir penyebaran virus HIV/AIDS paling banyak melalui jarum suntik narkoba, dan sekarang penyebarannya sudah berubah dimana 98 persen dari Seks bebas, dan 0,2 persen dari narkoba,“ ungkap Ketua KPAD Buleleng, Made Arga Pynatih, Senin (21/3) saat membuka Pelatihan KDPA (Kader Desa Peduli AIDS) di Seririt.

    Kasus HIV/AIDS yang terjadi di Buleleng telah merenggut generasi muda, rata-rata usia yang terjangkit virus mematikan itu usianya masih produktif antara 13-27 tahun.

    “Peran pemerintah daerah didalam menanggulangi penyebaran virus HIV Aids sangat besar, dengan memberikan stimulus melalui KPAD, memberikan bantuan para ODHA, selain itu juga pemerintah menyediakan 115 ribu kondom gratis kepada Pasutri,” papar Arga Pynatih yang juga Wakil Bupati Buleleng.

    Sementara, disasarnya Kecamatan Seririt sebagai rangkaian Pelatihan KDPA, lantaran Kota di bagian barat Bali Utara itu sangat rawan dengan penyebaran HIV/AIDS.

    Berdasarkan data di Kecamatan Seririt menyebutkan terdapat 35 Café dengan 69 waitress yang rentan dengan masalah HIV/AIDS, sehingga diharapkan dari pelatihan yang dilakukan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat

    Sumber : Beritabali.com
    Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

HIV/AIDS di Buleleng Mencapai 3 Ribu Orang

    Pengidap Virus HIV/AIDS di Buleleng Mencapai 3 Ribu Orang
     
    Hingga akhir pertengahan juni tahun ini (2008), tercatat 378 di Kabupaten Buleleng/Singaraja, Bali terinfeksi HIV. Angka ini jika di konversikan dengan masyarakat
    sekelilingnya, khususnya keluarganya, sangat berpotensi menulari hingga 3.000 orang.

    Dalam rentang 2002-2007 sebanyak 378 orang dinyatakan menderita HIV/AIDS.Yang sangat memprihatinkan dari tahun ke tahun di buleleng HIV mengalami peningkatan. Ditahun 2002 lalu tercatat 10 orang, 2003 meningkat menjadi 21 orang, 2003 sebanyak 9 orang, 2004 sebanyak 60 orang, 2005 sebanyak 135 orang, serta 2006 meningkat menjadi 143 orang.

    ”Data dari Diskes sampai april 2008 warga yang yang telah terifeksi HIV /AIDS mencapai 3000 orang.pasien.Kalau kita uraikan dari penderita dan keluarganya maka angka bias mencapai 3.000 orang yang terjangkit HIV /AIDS,” kata ketua komisi penanggulangan AIDS(KPA) Buleleng Made Arga pynatih yang juga wakil bupati Buleleng kamis (19/6).

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan,dari jumlah pengidap HIV/AIDS tersebut ternyata yang paling banyak adalah usia produktif,yaitu antara umur 21 hingga 29 tahun. Dengan asumsi masa inkubasi virus antara 5-6 tahun maka mereka yang kini terkena HIV/AIDS pada usia 21 tahun di perkirakan pertama kali kontak dengan virus mematikan itu pada usia 15 tahun. Berdasar tes, penyebaran HIV yang paling berpotensi di wilayah buleleng kebanyakan melalui hubungan seksual. Mengenai pengidap HIV dari kalangan ibu rumah tangga, Arga Pynatih mengatakan umumnya mereka di tulari oleh suaminya, Selain usia produktif, juga terdapat 5-6 orang pengidap HIV berusia anak anak.

    Saat ini Dinkes mengadakan sosialisasi dengan mengadakan berbagai penyuluhan dan penjangkauan langsung sebagai upaya memancing kesadaran masyarakat mengadakan tes darah di klinik VCT RSUD Buleleng.Kemudian adanya pra konseling, konseling, dan pos konseling. Itu sebagai upaya mengurangi resiko terjangkitnya HIV/AIDS dari hubungan seksual dan meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan hubungan seksual yang aman.

    Makanya di lakukan pendistribusian kondom terutama di tempat prostitusi.Lebih khusus lagi,Pemkab Buleleng mengadakan penyuluhan kepada pengurus PKK, Majelis Desa Pakraman dengan pembicara Dr I Gede ketut Ranayana dari KPA Propensi Bali. Penyuluhan itu di gelar di gedung unit tempat kantor Bupati Buleleng.


    data ini sesuai tahun 2008 . bayangkan berapa jumblah pengidap HIV di tahun 2011 ini ,,
    jadi pesan saya KETUT ERA SUPRIADI selaku masyarakat singaraja asli ,,menghimbau untuk jangan mencari Sundel - Sundel di singaraja yang kian memang saat ini sangat marak ,,
    sayangi diri anda !!! Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Berita Buleleng Ban Pecah, Rp 45 Juta Amblas

    Ban Pecah, Rp 45 Juta Amblas 

    Singaraja, Kejahatan dengan motif perampasan dengan cara menggemboskan mobil korban terjadi di Bumi Panji Sakti. Korban adalah Km Agus Wiryanto dan Kadek Puji yang merupakan warga Bondalem kec. Tejakula, kabupaten Buleleng.

    Kejadian bermula ketika kedua korban mengambil uang di BCA Cabang Singaraja, kemudian karena areal parker yang padat keduanya berputar dan kembali ke Gedung BCA Cabang singaraja untuk mengambil uang. Setelah itu korban melaju ke arah jalan diponegoro.

    Tepat disebuah Salon di Bilangan diponegoro, keduanya merasakan sesuatu yang janggal pada ban mobil dan Korban Agus meminta adiknya Puji untuk mengecek, ternyata ban Mobil dengan Nopol DK 1815 VJ tersebut, bocor dan keduanya turun untuk mengganti ban di areal jalan diponegoro.

    Alangkah terkejutnya kedua korban setelah mengetahui uang sebanyak Rp 45 Juta yang disimpan di dalam mobil Raib. Karena merasa menjadi korban kejahatan keduanya langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolres Buleleng.

    Kabag Ops Polres Buleleng IB Wedana Jati, Rabu (16/3) menyatakan, motif Gembos ban yang dilakukan para pelaku yang masih dikejar oleh pihak Polres Buleleng terus akan didalami dan diselidiki anggota. "kami terus melakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi , olah TKP dan lainnya untuk mengendus pelaku yang melaksanakan aksinya pada siang bolong tersebut,"terang Wedana jati. ( Zul)

    sumber :  Beritabali.comSource URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Mati akibat Digigit Anjing Rabies

    Digigit Anjing Liar, Guru Meninggal Terkena Rabies
    Anjing rabies, ilustrasi

    Luh Sri Reksen (48), seorang guru sekolah dasar yang tinggal di Banjar Kajanan, Desa Bubunan, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (9/3) meninggal dunia akibat positif terinveksi virus rabies. Ayah korban, Ketut Wirata (75), menuturkan putrinya sempat mengalami nyeri di bagian dada, susah menelan, sesak napas dan kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

    Pada mulut korban juga sempat mengeluarkan cairan menyerupai lendir yang volumenya berlebihan hingga kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Santhi Graha Seririt. Korban tidak diberikan vaksin anti-rabies (VAR) melainkan dirujuk ke rumah sakit swasta lain di Kota Singaraja, yakni RS Kerta Usada. Luh Sri meninggal setelah sempat dirawat selama dua jam.

    Adik korban, Made Putra Jaya (45), menceritakan sekitar tujuh bulan lalu kakaknya sempat bercerita digigit seekor anjing di bagian tumit kaki kirinya. "Sudah diperingatkan agar segera mencari VAR ke rumah sakit. Tapi, hal itu tidak diperhatikan dan kakak saya hanya berkata gigitannya tidak berbahaya," papar Putra.
    Dari keterangan Putra, pihak Dinas Kesehatan langsung memberikan vaksin anti-rabies kepada beberapa keluarga korban yang tinggal berdekatan dengan rumah pribadi Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
    Pihak Dinas Kesehatan yang datang ke rumah korban mengatakan khawatir jika beberapa anggota keluarga turut terinveksi setelah terkena cairan yang berasal dari mulut korban.

    Menurut keterangan Putra, masih banyak anjing liar yang berada di sekitar kawasan Desa Bubunan dan belum mendapat perhatian berupa vaksin anjing. "Kami berharap pemerintah daerah lewat Dinas Pertanian dan Peternakan dapat melakukan eliminasi anjing liar di Desa Bubunan. Karena, kondisi ini sangat memprihatinkan," ucap Putra menegaskan.

    sumber :  http://www.republika.co.id
    Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Dua Orang Tewas Terseret Arus Tukad Saba

    Beritabali .....Busungbiu, Kabupaten Buleleng kembali diterjang Banjir Bandang hingga mengakibatkan dua warga Desa Titab di Kecamatan Busungbiu tewas terseret arus setelah jembatan yang dilintasi saat mengendarai sepeda motor ambrol setelah keduanya ingin merayakan malam pergantian tahun.



    Dua warga Desa Titab Kecamatan Busungbiu, Kadek Yudi Eka Setiawan (30) warga Dusun Bale Dana dan Ketut Sepiran (55) warga Dusun Angsa Sari, Desa Titab menjadi korban banjir badang yang meluluhlantakan Desa Titab, keduanya terseret air setelah nekat menyeberangi jembatan sepanjang 25 meter di desa tersebut yang ambrol akibat penyangga jembatan selebar dua meter tergerus air.

    Kedua korban yang mengendarai yang bersama-sama menaiki sepeda motor sempat diperingatkan oleh warga lainnya sebelum keduanya terseret dan menghilang diderasnya aliran air sungai.

    ”Keduanya sudah diperingatkan untuk tidak menyebrang namun mereka tetap nekat, awalnya ada tiga sepeda motor, yang pertama dapat lewat, kemudian sepeda motor yang dibawa kedua korban ini menyalip sepeda motor lainnya, namun diujung jembatan keduanya hilang terseret air bersama sepeda motor akibat ujung jembatan jebol,” ungkap Kadek Wisnaya, Sabtu (1/1).

    Upaya pencarian dilakukan warga bersama polisi, hingga Jenasah Kadek Yudi Eka Setiawan ditemukan di muara Sungai Saba Desa Pengastulan, tepatnya di areal persawahan dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

    “Saat ditemukan pertama kali oleh seorang anak bernama Sihab, mayat korban terendam lumpur diareal persawahan.Kepala korban berlumuran darah akibat dibeberapa bagian terdapat lubang akibat benturan,” papar Kapolsektif Seririt, AKP. Putu Aryana dilokasi penemuan.

    Upaya evakuasi yang dilakukan kepolisian mengalami kendala dengan kondisi lumpur disekitar areal, namun dengan berbagai upaya, jenasah Kadek Yudi Eka Setiawan berhasil dikeluarkan dan dievakuasi PMI Cabang Buleleng yang dipimpin langsung Ketua PMI Buleleng, dr. Made Pustaka.

    Sementara, jenasah Ketut Sempiran hingga kini belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian oleh tim dari Badan SAR Nasional dengan menyisir alian Tukad Saba, sedangkan sepeda motor jenis Mio berwarna hitam ditemukan di Dusun Dukuh, Desa Busungbiu. (sas)Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Melihat Lumba-Lumba Saat Sunrise di Lovina


    Beritabali.com, Lovina, Lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise merupakan dua fenomena alam yang jarang bisa dinikmati dalam waktu bersamaan. Di Pantai Lovina Buleleng, Bali, Anda dapat menyaksikan dua fenomena alam yang indah ini dalam waktu bersamaan.


    Untuk dapat menyaksikan lumba-lumba dan keindahan matahari terbit atau Sunrise, Anda harus sudah berangkat dari tepi Pantai Lovina pukul 6 pagi waktu setempat. Dengan membayar sekitar Rp 50 ribu per orang, pengemudi perahu motor akan membawa Anda ke tengah laut untuk melihat kemunculan lumba-lumba.

    Setelah berlayar ke tengah laut selama kurang lebih 30 menit, pengemudi perahu motor yang juga sekaligus sebagai ‘guide’ (pemandu wisata) mulai mencari lokasi munculnya lumba-lumba.

    Di tengah laut, puluhan perahu motor yang mengangkut wisatawan asing dan domestik sudah tampak hilir mudik mencari lokasi munculnya lumba-lumba.

    Seiring munculnya matahari terbit atau sunrise di ufuk timur, kumpulan ikan lumba-lumba mulai bermunculan dan kadang berloncatan di beberapa lokasi yang ada di laut.

    Untuk bisa melihat lumba-lumba ini dengan jelas, pengemudi perahu motor harus membawa perahu motornya sedekat mungkin dengan kawanan lumba-lumba tersebut.

    Waktu yang baik untuk melihat kawanan lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise di Pantai Lovina adalah pukul 7.30 hingga pukul 8 pagi waktu setempat. Pada waktu tersebut, lumba-lumba muncul ke permukaan untuk memangsa ikan-ikan kecil yang ada di perairan Pantai Lovina. (ctg)
     Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Pesisir Bali Utara (singaraja) Diterjang Gelombang Pasang

    Singaraja, Pesisir pantai bali utara diterjang gelombang pasang setinggi empat hingga lima meter hingga mengakibatkan dua rumah nelayan di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan hilang disapu gelombang dan belasan hektar lahan persawahan terendam air laut.

    Gelombang laut setinggi empat hingga lima meter menyapu bersih pesisir pantai bali utara, sejumlah lokasi di sepanjang pantai di Kecamatan Gerokgak hingga Tejakula mengalami kerusakan akibat hempasan ombak yang besar.



    Seperti terlihat, Kamis (13/1) di Pesisir Pantai Desa Bungkulan Kecamatan Sawan, gelombang pasang menerjang rumah yang dihuni sepuluh kepala keluarga hingga mengakibatkan kerusakan, bahkan dua rumah semi permanen milik nelayan hilang ditelan gelombang.

    “Secara tiba-tiba gelombang membesar dan menerjang pinggiran pantai sepanjang sepuluh meter, rumah saya kena terjangan air laut tersebut hingga menyeret seluruh rumah dan isinya dan untuk sementara bersama keluarga mengungsi di rumah keluarga di pusat Desa Bungkulan,” ungkap Made Sudiarsa (30) Warga Desa Bungkulan.

    Selain mengakibatkan kerusakan berat pada rumah nelayan, belasan hektar lahan pertanian di Desa Bungkulan juga luluh lantak akibat terjangan gelombang pasang tersebut hingga mengancam gagal panen.

    ”Terjangan ombak mencapai lima meter merendam sekitar lima hektar sawah yang telah ditanam padi di Subak Dalem, demikian juga dengan sejumlah senderan hancur dihantam gelombang laut, banyak kerugian yang dialai warga terutama petani terancam gagal panen padi,” ungkap Ketut Sumberdana.

    Berdasarkan data sementara akibat terjangan gelombang laut di Desa Bungkulan itu memgakibatkan dua rumah hilang disapu gelombang diantaranya milik Made Sudiarsa dan Ketut Warka, sedangkan delapan rumah mengalami rusak berat diantaranya yang teridentifikasi milik Nyoman Suparsa dan Made Sukarna. Selain itu, gelombang laut juga mengakibatkan kerusakan tembok pagar villa milik warga Australia yang sedang dibangun.

    Sementara, data secara pasti atas kerugian yang dialami sejumlah warga di Desa Bungkulan belum dapat dipastikan, sebelumnya peristiwa serupa juga kerap dialami warga di wilayah tersebut, bahkan Pemertintah Kabupaten Buleleng telah berupaya untuk melakukan relokasi tempat tinggal nelayan di pinggir laut itu, namun hingga saat ini masih belum terealisasikan dengan berbagai alasan, utamanya dana pembangunan perumahan. (sas)Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
    Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection

Blog Archive