Naiknya permukaan laut dan dibarengi penurunan tanah ternyata tak hanya mengancam Ibu Kota Jakarta saja, namun juga pulau Bali. Bahkan jika terus terjadi, beberapa di pulau Dewata ini diramalkan akan tenggelam tahun 2050 nanti.
Pualu yang dimaksud adalah Pulau Nusa Penida, Klungkung. Keberadaan pulau ini diberi pengetahuan khusus dalam konferensi perubahan iklim atau United Nation Climate Change Conference (UNFCCC) yang digelar tahun 2007 lalu di Bali.
Menurut Dewa Punia Asam Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali, Pulau Nusa Penida kondisinya memang rentan terkena dampak perubahan iklim di Bali,
“Rekomendasi UNFCCC 2007 lalu pulau itu dijadikan pilot project. Bantuan banyak yang digelontor di sana,” katanya, Senin (09/04) ini.
Hal yang lebih mengerikan lagi disampaikan oleh I Made Suarnatha, Direktur Yayasan Wisnu. Dia mengatakan bahwa tak hanya pulau Nusa Penida saja yang terancam, namun pulau Bali secara keseluruhan.
“Tahun 2050 diprediksi air laut permukaan naik 4 meter, jadi tak hanya Nusa Penida, Sanur, Denpasar dan Bali secara keseluruhan juga terancam tenggelam,” katanya di tempat yang berbeda.
Dia mengatakan bahwa berdasarkan rekomendasi pertemuan perubahan iklim tersebut, Pemerintah Bali memiliki komitmen untuk mempublikasikan hasil tindaklanjut terkait gelontoran proyek percontohan di Nusa Penida. Hanya saja, I Made Suarnatha tak mengetahui persis program yang dilakukan Pemerintah Bali. “Tidak ada laporan yang diumumkan kepada publik. Sehingga kita tidak tahu apa yang sudah dilakukan, bagaimana progresnya dan bagaimana mitigasi potensi perubahan iklim di Nusa Penida,” katanya.
Sementara, masyarakat Bali pun tak tinggal diam. Ada kampanye Nyepi internasional (world silent day) yang gencar dilakukan aktivis lingkungan hidup sejak beberapa tahun belakangan. Selain itu, adopsi kearifan lokal untuk diakui secara internasional itu terus menerus disuarakan dengan cara menggalang tanda tangan sesuai persyaratan PBB. “Dari hasil pertemuan itu juga ada Bali Map, yang merupakan peta internasional dari Bali untuk memerangi perubahan iklim,” paparnya.
“Karena Bali sudah melakukan sesuatu, maka pemerintah dan negara-negara besar tak boleh berpangku tangan. Sederhananya, jika Anda cinta Bali, maka lakukan sesuatu,” desaknya.
Untuk mengetahui lebih detil tentang ancaman tersebut, ia meminta kepada pemerintah untuk konsisten memperjuangkan world silent day agar diadopsi menjadi kebijakan nasional dan internasional. Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut dengan cara memberikan laporan resmi terkait tindakan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan. “Itu saja dulu yang mesti dilakukan. Kalau berhasil, meski hanya menambah waktu saja, tetapi kita telah berbuat banyak dan sangat berarti untuk Bali, Indonesia dan dunia internasional,” tegasnya.
“Kita tunggu komitmen pemerintah dan dunia internasional untuk memerangi karbondioksida penyebab perubahan iklim,” sambungnya.
Selain Nusa Penida, sejumlah pulau lain di Indonesia juga terancam tinggal nama. Di antaranya Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Pulau Solor di NTT, Pulau Wetar, Obi, dan Kai di Maluku serta Pulau Gag di Papua.
sumber : http://inpogue.com/pulau-dewata-terancam-tenggelam-tahun-2050Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection
Pualu yang dimaksud adalah Pulau Nusa Penida, Klungkung. Keberadaan pulau ini diberi pengetahuan khusus dalam konferensi perubahan iklim atau United Nation Climate Change Conference (UNFCCC) yang digelar tahun 2007 lalu di Bali.
Menurut Dewa Punia Asam Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali, Pulau Nusa Penida kondisinya memang rentan terkena dampak perubahan iklim di Bali,
“Rekomendasi UNFCCC 2007 lalu pulau itu dijadikan pilot project. Bantuan banyak yang digelontor di sana,” katanya, Senin (09/04) ini.
Hal yang lebih mengerikan lagi disampaikan oleh I Made Suarnatha, Direktur Yayasan Wisnu. Dia mengatakan bahwa tak hanya pulau Nusa Penida saja yang terancam, namun pulau Bali secara keseluruhan.
“Tahun 2050 diprediksi air laut permukaan naik 4 meter, jadi tak hanya Nusa Penida, Sanur, Denpasar dan Bali secara keseluruhan juga terancam tenggelam,” katanya di tempat yang berbeda.
Dia mengatakan bahwa berdasarkan rekomendasi pertemuan perubahan iklim tersebut, Pemerintah Bali memiliki komitmen untuk mempublikasikan hasil tindaklanjut terkait gelontoran proyek percontohan di Nusa Penida. Hanya saja, I Made Suarnatha tak mengetahui persis program yang dilakukan Pemerintah Bali. “Tidak ada laporan yang diumumkan kepada publik. Sehingga kita tidak tahu apa yang sudah dilakukan, bagaimana progresnya dan bagaimana mitigasi potensi perubahan iklim di Nusa Penida,” katanya.
Sementara, masyarakat Bali pun tak tinggal diam. Ada kampanye Nyepi internasional (world silent day) yang gencar dilakukan aktivis lingkungan hidup sejak beberapa tahun belakangan. Selain itu, adopsi kearifan lokal untuk diakui secara internasional itu terus menerus disuarakan dengan cara menggalang tanda tangan sesuai persyaratan PBB. “Dari hasil pertemuan itu juga ada Bali Map, yang merupakan peta internasional dari Bali untuk memerangi perubahan iklim,” paparnya.
“Karena Bali sudah melakukan sesuatu, maka pemerintah dan negara-negara besar tak boleh berpangku tangan. Sederhananya, jika Anda cinta Bali, maka lakukan sesuatu,” desaknya.
Untuk mengetahui lebih detil tentang ancaman tersebut, ia meminta kepada pemerintah untuk konsisten memperjuangkan world silent day agar diadopsi menjadi kebijakan nasional dan internasional. Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut dengan cara memberikan laporan resmi terkait tindakan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan. “Itu saja dulu yang mesti dilakukan. Kalau berhasil, meski hanya menambah waktu saja, tetapi kita telah berbuat banyak dan sangat berarti untuk Bali, Indonesia dan dunia internasional,” tegasnya.
“Kita tunggu komitmen pemerintah dan dunia internasional untuk memerangi karbondioksida penyebab perubahan iklim,” sambungnya.
Selain Nusa Penida, sejumlah pulau lain di Indonesia juga terancam tinggal nama. Di antaranya Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Pulau Solor di NTT, Pulau Wetar, Obi, dan Kai di Maluku serta Pulau Gag di Papua.
sumber : http://inpogue.com/pulau-dewata-terancam-tenggelam-tahun-2050Source URL: http://indahrahmadewi.blogspot.com/search/label/berita%20singaraja
Visit Indah Rahma Dewi for Daily Updated Hairstyles Collection


Lovina, Kawasan sekitar Wisata Pantai Lovina, tepatnya di Dusun Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, kini giliran diserang ribuan ulat bulu yang membuat ngeri warga setempat. Di kawasan ini ulat bulu bergumpal dalam satu tempat di sebuah pohon setinggi orang dewasa, sehingga membuat resah warga di sekitarnya.

Beritabali .....Busungbiu, Kabupaten Buleleng kembali diterjang Banjir Bandang hingga mengakibatkan dua warga Desa Titab di Kecamatan Busungbiu tewas terseret arus setelah jembatan yang dilintasi saat mengendarai sepeda motor ambrol setelah keduanya ingin merayakan malam pergantian tahun.
Beritabali.com, Lovina, Lumba-lumba dan matahari terbit atau sunrise merupakan dua fenomena alam yang jarang bisa dinikmati dalam waktu bersamaan. Di Pantai Lovina Buleleng, Bali, Anda dapat menyaksikan dua fenomena alam yang indah ini dalam waktu bersamaan.
Singaraja, Pesisir pantai bali utara diterjang gelombang pasang setinggi empat hingga lima meter hingga mengakibatkan dua rumah nelayan di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan hilang disapu gelombang dan belasan hektar lahan persawahan terendam air laut.